Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI

Balai Besar Peramalan OPT Bekerjasama Dengan Direktorat Perlindungan Hortikultura Gelar Workshop Peramalan OPT Hortikultura Tahun 2023

  • 20/11/2023 17:45:00
  • By : Admin BBPOPT
  • 428
Balai Besar Peramalan OPT Bekerjasama Dengan Direktorat Perlindungan Hortikultura Gelar Workshop Peramalan OPT Hortikultura Tahun 2023

Karawang, 20 November 2023 - Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT) bekerjasama dengan Direktorat Perlindungan Hortikultura, menggelar workshop peramalan OPT hortikultura tahun 2023 di Jatisari, Karawang, Jawa Barat. Workshop ini diikuti oleh 30 peserta dari Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) di 19 provinsi, Ditlin Hortikultura dan BBPOPT.

Workshop ini bertujuan untuk mengevaluasi prakiraan luas serangan OPT Hortikultura pada tahun 2023, menyusun prakiraan luas serangan OPT Hortikultura pada tahun 2024, dan meningkatkan kapasitas fungsional POPT serta pengelola data OPT dalam bidang peramalan OPT.

Dalam sambutannya, Kepala BBPOPT yang diwakili oleh Suwarman selaku Ketua Kelompok Substansi Pelayanan Teknis Informasi dan Dokumentasi, mengatakan bahwa workshop ini penting dilakukan untuk mengantisipasi serangan OPT yang dapat merugikan petani dan menurunkan produktivitas hortikultura.

"Peramalan OPT merupakan salah satu faktor penting bagi petugas, petani dan stakeholder terkait. Dengan pengetahuan tersebut, akan sangat membantu para petani untuk mempersiapkan penanganan yang tepat terhadap hama dan penyakit yang menyerang," ucapnya.

Sementara itu, Direktur Perlindungan Hortikultura Jecvy Hendra, mengatakan bahwa workshop ini merupakan momentum penting untuk meningkatkan koordinasi dan kolaborasi dalam pengelolaan OPT hortikultura.

"Kita harus bekerja sama untuk  mengendalikan serangan OPT serta mencegah terjadinya ledakan serangan OPT,  terutama dengan adanya dampak perubahan iklim yang dapat meningkatkan risiko serangan OPT, kita harus benar-benar waspada agar petani dan masyarakat terhindar dari kerugian”, ujarnya

Jecvy melanjutkan, “beberapa cara yang bisa ditempuh diantaranya, satu perencanaan yang matang, kedua penerapan informasi peramalan sejak dini, selanjutnya adalah dengan meningkatkan kapasitas fungsional POPT dan pengelola data OPT", kata Jecvy.

Di tempat terpisah, Kepala BBPOPT Yuris Tiyanto mengucapkan selamat atas terselenggaranya Workshop Peramalan OPT Hortikultura Tahun 2023, Ia mengapresiasi kerjasama antara Direktorat Perlindungan Hortikultura dengan BBPOPT.

"Izinkan dalam kesempatan ini saya menyampaikan ucapan selamat atas terselenggaranya Workshop Peramalan OPT Hortikultura Tahun 2023. Keberhasilan acara ini adalah cermin dari dedikasi dan kerja keras semua pihak yang terlibat. Workshop ini tidak hanya menjadi wadah untuk bertukar ide dan pengetahuan tetapi juga menandai kolaborasi yang erat antara Direktorat Perlindungan Hortikultura dan BBPOPT.

Kerjasama yang baik antara kedua lembaga ini merupakan langkah positif dalam mengembangkan sektor hortikultura. Kita semua tahu bahwa peramalan merupakan elemen kunci dalam perencanaan yang efektif, terutama dalam memaksimalkan potensi pertumbuhan sektor hortikultura.

“ Saya yakin bahwa hasil dari workshop ini akan memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan keberlanjutan sektor hortikultura. Mari kita terus bekerja sama, berbagi pengetahuan, dan mendorong inovasi untuk mewujudkan pertumbuhan yang berkelanjutan dalam menyongsong pertanian yang maju, mandiri dan modern”, tutup Yuris.

Pada workshop ini, dibahas berbagai hal terkait peramalan OPT hortikultura, termasuk metode peramalan, data yang digunakan, dan tantangan dalam peramalan OPT. Selain itu, peserta juga mendapatkan materi terkait perlindungan tanaman hortikultura dari para pakar dari Institut Pertanian Bogor (IPB).

Hasil dari workshop ini adalah ditetapkannya angka prakiraan luas serangan OPT hortikultura tahun 2024. Angka prakiraan tersebut akan menjadi dasar bagi petugas, petani, dan stakeholder terkait untuk melakukan upaya-upaya pengendalian OPT.