Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
1
Chatbot
Selamat datang, silahkan tanyakan sesuatu terkait kami atau P3OPT

BBPOPT GELAR FORUM STRATEGIS, PACU ADOPSI SIFORTUNA DENGAN PENDEKATAN CUSTOMER FOCUS LEADERSHIP

  • 09/10/2025 20:04:00
  • By : Admin BBPOPT
  • 344
BBPOPT GELAR FORUM STRATEGIS, PACU ADOPSI SIFORTUNA DENGAN PENDEKATAN CUSTOMER FOCUS LEADERSHIP

Karawang, 9 Oktober 2025 – Guna memperkuat penerimaan dan pemanfaatan aplikasi SIFORTUNA di seluruh tingkat stakeholder, Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT) menyelenggarakan Forum “Adopsi SIFORTUNA Customer Focus Leadership” secara hybrid pada Kamis (9/10/2025). Forum yang menghadirkan narasumber CEO PT Service Quality Partners, Dinar Dwi Astika, ini diikuti oleh jajaran pimpinan, perwakilan PT Agribisnis, serta Admin Data Peramalan dan LPHP dari seluruh Indonesia.

 

Kepala BBPOPT Yuris Tiyanto, dalam pembukaannya menegaskan bahwa meski SIFORTUNA telah dikenal, adopsi dan penerimaan di tingkat stakeholder perlu ditingkatkan. “Forum ini bertujuan membedah manfaat SIFORTUNA lebih dalam dan menyusun strategi agar aplikasi ini lebih diterima dan dimanfaatkan oleh pengguna, khususnya di tingkat provinsi,” ujarnya.

 

Dinar Dwi Astika dalam pemaparannya memperkenalkan konsep Service Quality dan lima dimensinya: Reliability (Keandalan), Assurance (Jaminan), Tangibles (Bukti Fisik), Empathy (Empati), dan Responsiveness (Daya Tanggap). Ia menekankan bahwa setiap karyawan, termasuk petugas POPT di lapangan, adalah penyedia layanan yang memiliki customer, baik internal maupun eksternal. “Petani, atasan, dan rekan kerja adalah customer yang harus dilayani dengan kualitas terbaik,” jelas Dinar.

 

Forum ini juga menghasilkan peta jalan yang konkret dengan menyepakati penggunaan RACI Matrix untuk membagi tugas dan tanggung jawab dalam pengelolaan adopsi SIFORTUNA. Matrix ini secara jelas mendefinisikan peran Responsible, Accountable, Consulted, dan Informed untuk setiap aktivitas utama, mulai dari penyusunan roadmap, sosialisasi, monitoring, hingga publikasi.

 

Beberapa Kepala BPTPH dari daerah turut menyampaikan aspirasinya. Kepala BPTPH Jawa Tengah menyoroti pentingnya evaluasi rutin, sementara Kepala BPTPH Kalimantan Tengah mengapresiasi SIFORTUNA namun mengungkapkan kendala sinyal dan belum optimalnya pemanfaatan. “Kami berharap SIFORTUNA bisa menjadi perangkat wajib yang lebih dimanfaatkan, tidak hanya sekadar dibuka,” ujarnya. Sementara perwakilan BPTPH NTT menggarisbawahi manfaat peringatan dini OPT, meski mengakui masih adanya kendala sinyal dan kebutuhan sosialisasi yang lebih intensif.

 

Untuk mengukur kesenjangan layanan, forum ini memperkenalkan analisis 5 Gap Model dan alat ukur RATER. Diskusi kelompok terfokus (FGD) kemudian digelar untuk mengidentifikasi akar masalah dan mencari solusi guna menutup kesenjangan tersebut.

 

Sebagai komitmen nyata, ditetapkan target adopsi yang terukur. Dengan baseline 5.000 pengunjung dan 20% tingkat adopsi (1.000 pengguna) hingga Oktober 2025, BBPOPT menargetkan 15.000 pengunjung dengan tingkat adopsi 30% (5.000 pengguna aktif) pada Oktober 2026.

 

“Adopsi bukan sekadar mengenal aplikasi, tetapi keyakinan pengguna akan manfaatnya. Untuk itu, kami akan segera menyusun Action Plan yang jelas dengan baseline, target, dan jangka waktu yang terukur,” pungkas Yuris dalam penutupan forum.

 

Dengan langkah strategis ini, BBPOPT bertekad untuk mentransformasi SIFORTUNA dari sekadar aplikasi menjadi solusi digital yang benar-benar hidup dan dirasakan manfaatnya oleh petani dan seluruh stakeholder pertanian Indonesia. Semoga

KATEGORI


Facebook Instagram Youtube Twitter X