Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
1
Chatbot
Selamat datang, silahkan tanyakan sesuatu terkait kami atau P3OPT

BBPOPT Gelar Workshop Peramalan OPT MT 2025/2026, Waspadai Serangan OPT

  • 19/09/2025 09:52:00
  • By : Admin BBPOPT
  • 597
BBPOPT Gelar Workshop Peramalan OPT MT 2025/2026, Waspadai Serangan OPT

 

Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT) menyelenggarakan Workshop Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) Musim Tanam (MT) 2025/2026 pada Kamis, 18 September 2025. Kegiatan dilaksanakan secara hybrid, yakni secara luring di BBPOPT dan daring yang diikuti oleh petugas pengelola data, POPT dan BPTPH dari seluruh Indonesia.

 

 

Workshop dibuka secara resmi oleh Kepala BBPOPT, Yuris Tiyanto. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa workshop ini menjadi wadah bagi BPTPH untuk menyampaikan permasalahan di lapangan. Tujuan utama kegiatan adalah mengevaluasi peramalan MT 2025 sekaligus menyusun prakiraan MT 2025/2026. Kepala BBPOPT menyampaikan bahwa saat ini angka rasio evaluasi kumulatif luas tambah serangan (KLTS) terhadap angka ramalan MT 2025 tercatat untuk padi sebesar 38%, jagung 28,8%, dan kedelai 6,4%. Selain itu, masih terdapat OPT di beberapa provinsi yang berada di atas ambang rasio, yang telah ditindaklanjuti melalui surat peringatan dini (early warning system) dari BBPOPT.

 

 

Output dari workshop ini adalah tersusunnya angka ramalan OPT MT 2025/2026 yang akan dirilis pada awal Oktober 2025. Angka prakiraan tersebut diharapkan dapat menjadi peringatan dini sehingga serangan OPT dapat ditekan seminimal mungkin. Kepala BBPOPT juga menekankan pentingnya penerapan pengendalian OPT yang komprehensif menuju pertanian berkelanjutan.

 

Selain itu, Kepala BBPOPT menekankan penggunaan aplikasi SIFORTUNA sebagai sistem diseminasi informasi peramalan OPT. Aplikasi ini lahir dari kebutuhan publikasi informasi peramalan, adanya peningkatan LTT, keterbatasan jumlah POPT, serta penyebaran buku ramalan yang selama ini belum menjangkau hingga ke tingkat lapangan.

 

Dalam acara ini, disampaikan pengantar materi peramalan OPT oleh Kapoksi Yantekmanmutulab, serta evaluasi peramalan OPT MT 2025. Selanjutnya, dilakukan diskusi dengan perwakilan POPT dan BPTPH dari 10 provinsi dengan rasio KLTS terhadap prakiraan serangan tertinggi. Diskusi berfokus pada identifikasi masalah, tindak lanjut atas surat early warning system yang telah dikirimkan BBPOPT, serta langkah pengendalian yang sudah dilakukan.

 

Kegiatan dilanjutkan dengan penyusunan angka ramalan OPT MT 2025/2026 secara bersama-sama dan ditutup dengan harapan agar hasil peramalan dapat menjadi acuan bersama dalam mengantisipasi serangan OPT secara tepat dan efektif. Dengan demikian, potensi kerugian dapat ditekan dan produksi tanaman tetap terjaga dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

 

 

KATEGORI


Facebook Instagram Youtube Twitter X