Subang, 8 September 2026 — Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT), Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian, terus memperkuat kapasitas petugas dan petani dalam pemantauan serta pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Salah satunya melalui kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) yang dilaksanakan di Poktan Tawekal 2, Desa Dukuh, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, Selasa (8/9).
Kegiatan yang diselenggarakan dan menghadirkan narasumber dari BBPOPT ini diikuti oleh Koordinator POPT, POPT dari Kecamatan Ciasem, Pusaka Nagara, Sukasari, Cikaum, Pusakajaya dan Patokbeusi, Kepala UPTD Pengelolaan Pertanian Kecamatan Ciasem, PPL se-Kecamatan Ciasem, serta 15 orang petani. Kegiatan dirancang tidak hanya memberikan pemahaman secara teori, tetapi juga mengutamakan praktik langsung di lapangan.

Materi pertama yang diberikan adalah pengenalan dan praktik penggunaan SiFortuna (Sistem Informasi Forecasting OPT Nasional). Peserta diperkenalkan pada pemanfaatan SiFortuna sebagai sarana informasi untuk mendukung pemantauan dan peramalan OPT, sehingga petugas dan pengguna di lapangan dapat memperoleh informasi yang lebih cepat, tepat dan akurat sebagai bahan dalam menentukan langkah pengelolaan OPT.
Selain SiFortuna, peserta juga mendapatkan materi dan praktik pembuatan perangkap/bubu tikus. Peserta secara langsung mempraktikkan teknik pembuatan perangkap yang dapat digunakan dalam upaya pengendalian populasi tikus di pertanaman.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan simulasi pemasangan Trap Barrier System (TBS) serta identifikasi sumber populasi tikus. Melalui praktik ini, peserta diajak memahami bahwa keberhasilan pengendalian tikus tidak hanya ditentukan oleh pemasangan perangkap, tetapi juga oleh kemampuan mengidentifikasi sumber dan pola keberadaan populasi tikus di sekitar pertanaman.

BBPOPT menekankan pentingnya pengendalian OPT yang dilakukan secara tepat, terencana, dan berdasarkan hasil pengamatan di lapangan. Kolaborasi antara POPT, PPL, petani, serta pemangku kepentingan di tingkat wilayah menjadi bagian penting dalam membangun sistem perlindungan tanaman yang lebih responsif.
Melalui kegiatan Bimtek ini, BBPOPT berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh peserta dapat diterapkan di wilayah masing-masing, sehingga pengamatan OPT, pemanfaatan informasi peramalan melalui SiFortuna, serta pengendalian tikus dapat dilakukan secara lebih efektif dan berkelanjutan.