Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
1
Chatbot
Selamat datang, silahkan tanyakan sesuatu terkait kami atau P3OPT

DINILAI APLIKATIF, SIFORTUNA DILIRIK KSP, KEMENTAN SIAP DUKUNG INTEGRASI DATA NASIONAL UNTUK SWASEMBADA PANGAN

  • 28/10/2025 16:45:00
  • By : Admin BBPOPT
  • 268
DINILAI APLIKATIF, SIFORTUNA DILIRIK KSP, KEMENTAN SIAP DUKUNG INTEGRASI DATA NASIONAL UNTUK SWASEMBADA PANGAN

 

Karawang, 28 Oktober 2025 – Kementerian Pertanian, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan melalui Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT) terus memperkuat perannya dalam mendukung kebijakan pemerintah menuju swasembada pangan nasional melalui pemanfaatan teknologi digital. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan dalam pengembangan Sistem Informasi Forecasting OPT Nasional (SIFORTUNA), sebuah aplikasi cerdas untuk pemantauan dan peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) secara nasional.

 

Dalam rapat Persiapan Akses Berbagi Pakai Dashboard SIFORTUNA yang digelar di Ruang Rapat Oryza sativa BBPOPT, Karawang, pada Selasa (28/10), perwakilan dari Kantor Staf Presiden (KSP) menyampaikan ketertarikan yang besar terhadap fitur dan potensi integrasi SIFORTUNA dalam mendukung sistem monitoring nasional.

 

 

 

Rapat tersebut dihadiri oleh Kepala BBPOPT, Yuris Tiyanto, Kepala Bagian Umum, para Kepala Poksi Yantek dan MML, Katimker lingkup BBPOPT, Penanggung Jawab Peramalan Provinsi, perwakilan Sekretariat Ditjen Tanaman Pangan, serta perwakilan dari Deputi Pertanian, Pangan, dan Perekonomian KSP.

 

Dalam pemaparannya, Kepala BBPOPT, Yuris Tiyanto, menjelaskan berbagai fitur unggulan SIFORTUNA, mulai dari sistem prakiraan dan evaluasi data yang konsisten diperbarui, hingga kemampuan monitoring OPT berbasis citra satelit yang disandingkan dengan manajemen risiko serta taksasi kehilangan hasil. Ia menegaskan bahwa BBPOPT terus berupaya agar pembaruan data dilakukan secara real-time, sehingga dapat menjadi dasar pengambilan keputusan cepat, tepat dan akurat dalam perlindungan tanaman pangan.

 

Ia menambahkan, keberhasilan pembaruan data dalam sistem SIFORTUNA sangat bergantung pada sinergi petugas POPT dan admin di seluruh Indonesia. Ia juga berharap dukungan KSP dalam penguatan infrastruktur data, termasuk penyediaan server dan citra satelit yang lebih power full untuk memperkuat SIFORTUNA.

 

 

 

Di sisi lain Perwakilan KSP, M. Putra Utama, mengutarakan ketertarikan pihaknya untuk mempelajari lebih lanjut SIFORTUNA. Aplikasi ini dinilai sangat potensial untuk diintegrasikan dengan Situation Room Presiden sebagai alat bantu strategis dalam memantau kondisi OPT yang mempengaruhi produksi pangan nasional. KSP juga akan menindaklanjuti koordinasi dengan tim IT internal untuk mengkaji ruang lingkup pemanfaatan SIFORTUNA secara lebih luas.

 

Ia menyampaikan apresiasi atas inovasi BBPOPT dan menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi strategis dengan Kementerian Pertanian dalam mendukung visi besar pemerintah menuju Indonesia Swasembada Pangan.

 

"Kami sangat mengapresiasi kerja sama dengan Kementerian Pertanian, khususnya BBPOPT. Tim IT KSP akan mempelajari lebih lanjut aplikasi ini untuk menentukan ruang lingkup integrasi yang diperlukan," ujar perwakilan KSP.

 

 

 

Menanggapi hal itu, Yuris menyambut baik minat KSP dan menyatakan kesiapan BBPOPT untuk mendukung kolaborasi tersebut, “Kami berharap SIFORTUNA bisa dimanfaatkan oleh semua kalangan terlebih bapak Presiden, SIFORTUNA tidak hanya diproyeksikan menjadi tools internal Kementan, tetapi juga aset strategis nasional dalam pengambilan keputusan bidang pertanian

 

SIFORTUNA sendiri merupakan inovasi yang lahir dari proyek Diklat Kepemimpinan Tingkat II Kepala BBPOPT, yang kini telah menjadi sistem resmi di bawah Direktorat Jenderal Tanaman Pangan dan menggunakan server Pusdatin Kementerian Pertanian. Ke depan, aplikasi ini juga akan diintegrasikan dengan Agriculture Broadcast System agar informasi penting dapat disampaikan langsung kepada petugas di lapangan secara cepat dan tepat sasaran.

 

 

 

Langkah BBPOPT ini sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya transformasi digital sektor pertanian guna memperkuat sistem ketahanan pangan nasional. Melalui pendekatan berbasis data dan teknologi seperti SIFORTUNA, pemerintah berkomitmen untuk mempercepat pencapaian swasembada pangan berkelanjutan.

 

Sejalan dengan itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman juga terus mendorong seluruh unit kerja di bawah Kementerian Pertanian untuk memanfaatkan inovasi teknologi digital dalam mendukung pengambilan keputusan berbasis data dan meningkatkan efisiensi lapangan. SIFORTUNA dinilai menjadi salah satu contoh konkret penerapan sistem informasi yang dapat memperkuat koordinasi lintas lembaga dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional.

KATEGORI


Facebook Instagram Youtube Twitter X