Karawang – Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT) Direktorat Jenderal Tanaman Pangan - Kementerian Pertanian. Kembali menegaskan perannya dalam memperkuat swasembada dan ketahanan pangan nasional melalui kegiatan Panen Disruptive Jajar Sisip (DJS) Arkansas yang dilaksanakan pada hari ini Kamis, 9/4/2025.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam pengembangan pertanian modern berbasis teknologi melalui penerapan Disruptive Agricultural Technology (DAT) Jajar Sisip, yang merupakan perpaduan inovatif antara teknologi DAT dengan pendekatan Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM AAS) yang diadopsi dari sistem Arkansas yang digulirkan oleh Menteri Pertanian pada akhir 2025.

Dalam sambutannya, Kepala BBPOPT menegaskan bahwa swasembada pangan berkelanjutan merupakan kemampuan Indonesia dalam memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri dalam jangka panjang, melalui peningkatan produksi, modernisasi pertanian, dan hilirisasi, tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan serta kesejahteraan petani.
“Pertanian modern seperti model Arkansas atau Advanced Agricultural System merupakan sistem intensif berbasis teknologi tinggi yang menekankan efisiensi, mekanisasi, presisi, dan berbasis korporasi. BBPOPT mengembangkan DJS sebagai perpaduan model tersebut dengan teknologi DAT yang telah dikembangkan sebelumnya tahun 2023 bersama Tim DAT yaitu Ir Yuris Tiyanto, Dr.Sumarjo Gatot Irianto, Dr. Sam Herodian, Dr Ladiyani, Dr. Joko Pitoyo serta PF POPT BBPOPT” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa DJS (Disruptive Agricultural Technology Jajar Sisip) merupakan inovasi yang merekayasa seluruh komponen input produksi agar lebih efisien, mulai dari pemilihan varietas unggul, pola budidaya, penggunaan pupuk dan pestisida, hingga efisiensi tenaga kerja. Model ini terbukti mampu meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya, optimalisasi lahan, serta rasionalisasi biaya produksi.
“DJS adalah upaya nyata kami untuk meningkatkan hasil panen sekaligus kesejahteraan petani. BBPOPT hadir di tengah petani untuk berjuang bersama mewujudkan pertanian yang maju, petani sejahtera, dan bangsa berjaya sebagaimana arahan Presiden RI dan Menteri Pertanian,” tegasnya.

Lebih lanjut disampaikan, tujuan pengembangan DAT Jajar Sisip meliputi inovasi teknologi budidaya padi melalui integrasi teknoligi DAT dan teknologi Pengamatan, Peramalan dan Pengendalian OPT (P3OPT), efisiensi biaya produksi dengan B/C ratio di atas 1,7, serta mendorong adopsi teknologi secara massal oleh masyarakat.
Berdasarkan hasil pengembangan selama satu musim tanam di lahan percobaan BBPOPT, model DJS menunjukkan capaian yang sangat menggembirakan. Tingkat serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) relatif rendah.

Sementara itu, hasil ubinan pada demplot dengan menggunakan padi varietas Inpari 32 menunjukkan produktivitas mencapai 7,72 ton per hektar, dengan kadar air gabah hasil panen 20,7%. Dari sisi ekonomi, analisis usaha tani menunjukkan nilai B/C ratio sebesar 2,2, yang mengindikasikan tingkat kelayakan usaha yang sangat tinggi.
“Kegiatan panen hari ini bukanlah akhir, melainkan awal dari pengembangan teknologi DJS ke depan agar dapat diterapkan lebih luas,” tambahnya.
Direktur Jenderal Tanaman Pangan yang diwakili oleh Direktur Serealia, Gunawan, turut memberikan apresiasi atas keberhasilan implementasi teknologi DJS Arkansas. Ia menilai bahwa model ini merupakan solusi strategis dalam menjawab tantangan peningkatan produksi pangan di tengah keterbatasan lahan.

“Kita memahami bahwa lahan pertanian semakin menyempit, sementara kebutuhan pangan terus meningkat. Karena itu, dibutuhkan terobosan baru, dan DJS Arkansas adalah salah satu jawabannya. Teknologi ini mampu menghadirkan efisiensi, ramah lingkungan, sekaligus meningkatkan produktivitas. Tentunya ini sangat potensial untuk direplikasi di berbagai wilayah sentra produksi,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan kesan positifnya saat pertama kali mengunjungi BBPOPT. Menurutnya, lingkungan yang asri serta dukungan lahan yang luas menjadi potensi besar untuk pengembangan inovasi pertanian ke depan.
“Saya sangat terkesan berada di sini dan adalah pertama kalinya saya menjejakkan kaki di BBPOPT, Lingkungannya nyaman, asri, dan lahannya luas saya sangat nyaman disini dan kami sangat tertarik untuk menjalin kerja sama serta mendukung pengembangan demplot teknologi di BBPOPT. Kami tidak ingin hanya bekerja di balik meja, tetapi juga ingin hadir langsung di lapangan. Direktorat Serealia akan terus mendukung dan bersinergi bersama BBPOPT,” tegasnya.

Sementara itu, perwakilan Deputi II Kantor Staf Presiden (KSP) Muhammad Akhid Syib`li, menyatakan bahwa inovasi ini sejalan dengan arah kebijakan nasional dalam memperkuat Swasembada dan ketahanan pangan.
“Pertama-tama saya mengucapkan selamat dan sukses kepada pak Yuris dan tim atas keberhasilan panen dengan teknologi DJS Arkansas, apa yang dilakukan BBPOPT merupakan bagian penting dari upaya nasional memperkuat swasembada dan menjaga stabilitas ketahanan pangan. Pendekatan seperti ini perlu diperluas,” ungkapnya.

Ia berharap BBPOPT bisa terus menghadirkan inovasi dalam perlindungan tanaman dan pengembangan teknologi pertanian. Model DJS Arkansas ini diharapkan dapat menjadi role model nasional dalam meningkatkan produktivitas, efisiensi, serta kesejahteraan petani secara berkelanjutan. Mari kita dukung bersama-sama BBPOPT”, pungkasnya.