Rokan Hilir, 11 Maret 2025 – Dalam upaya mendukung percepatan luas tambah tanam (LTT) tahun 2025, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan RI melalui Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bertajuk Optimalisasi Kinerja Traktor Brigade Pangan (BP) Mendukung Percepatan LTT 2025 di Kabupaten Rokan Hilir, Riau. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pihak, Dinas Pertanian provinsi dan kabupaten, termasuk TNI, serta para petani yang tergabung dalam Brigade Pangan (BP) pada lokasi oplah 2024 maupun 2025 dan Penyedia traktor yang menjadi mentor bimtek ini.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan keseriusan pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan, beberapa upaya yang telah dilakukan diantaranya: program bantuan Alsintan untuk percepatan tanam (LTT). LTT dilakukan gerakan nyata untuk mendukung swasembada dan mengantisipasi krisis pangan global. Pemanfaatan teknologi dan alsintan menjadi salah satu kunci utama, ungkapnya
Senada dengan itu, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Yudi Sastro, menambahkan bahwa percepatan LTT harus diimbangi dengan peningkatan efisiensi biaya produksi dengan penggunaan alat dan mesin pertanian. “Kita ingin memastikan bahwa seluruh program mekanisasi pertanian berjalan optimal di lapangan, dan Bimtek ini menjadi bagian penting dalam upaya tersebut,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut Kepala BBPOPT, Yuris Tiyanto, menyampaikan bahwa optimalisasi penggunaan traktor dalam program Brigade Pangan merupakan langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas pertanian secara signifikan. Ia berharap agar kegiatan Bimtek pengelolaan Traktor di BP ini menjadi penyemangat para petani untuk bisa bekerja lebih giat dan berkarya lebih semangat”, ujarnya.
Lebih lanjut, Yuris menambahkan bahwa mekanisasi pertanian merupakan faktor penting dalam meningkatkan daya saing sektor pertanian nasional. Penggunaan Traktor baik roda dua maupun roda empat jelas sangat membantu, proses pengolahan lahan dapat dilakukan lebih cepat dan lebih efisien dibandingkan metode konvensional. “Dengan adanya mekanisasi pertanian maka pengolahan tanah bisa lebih cepat, cover area yang lebih luas, efisiensi tenaga kerja dan pengurangan biaya produksi. Tentu ini sangat menguntungkan petani, Dengan penggunaan alsintan yang tepat, hasil panen akan jauh meningkat,” jelasnya.
Selain itu, Yuris berpesan kepada seluruh Brigade Pangan agar dapat merawat dan memanfaatkan traktor bantuan dari Kementerian Pertanian dengan baik. “Traktor ini merupakan aset penting yang harus dijaga agar bisa digunakan dalam jangka panjang. Perawatan rutin, penggunaan yang sesuai prosedur kerja, serta kepedulian terhadap kondisi mesin akan memastikan bahwa alat ini tetap optimal, untuk itu tolong dirawat baik-baik ya,” pinta Yuris.
Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan Riau, yang diwakili oleh Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Wisnu, mengucapkan terimakasih atas bantuan dari Kementerian Pertanian, ” Pemerintah Riau mengucapkan terimakasih atas dukungan Kementerian Pertanian dan penguatan dari TNI, mari wujudkan pertanian modern di Riau dengan Brigade Pangan dan didukung oleh petani milenial ”, ucapnya.
Menutup sesi, perwakilan Mabes TNI Kolonel Andi Asmara , menyatakan kesiapan TNI dalam mendukung program LTT 2025, “Ini adalah program bapak Presiden diteruskan ke Bapak Menteri Pertanian, disini juga hadir pak Yuris sebagai penanggung jawab teknis yang kerjanya luar biasa bisa menyelenggarakan Bimtek ini dengan sangat baik, kami berharap bantuan yang sudah diberikan bisa mendukung swasembada pangan secepatnya, dengan memberdayakan Brigade Pangan dan petani milenial”, tutupnya.
#Bahagia Berkarya untuk Masyarakat
#Ramalanku Harapanmu