Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
1
Chatbot
Selamat datang, silahkan tanyakan sesuatu terkait kami atau P3OPT

KARAWANG JADI SAKSI SEJARAH, PRESIDEN RI UMUMKAN SWASEMBADA PANGAN NASIONAL 2025

  • 07/01/2026 20:17:00
  • By : Admin BBPOPT
  • 179
KARAWANG JADI SAKSI SEJARAH, PRESIDEN RI UMUMKAN SWASEMBADA PANGAN NASIONAL 2025

Karawang, 7 Januari 2026 — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi mengumumkan keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan tahun 2025 dalam kegiatan Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan Nasional yang digelar di Karawang, Rabu (7/1). Kegiatan ini mengusung tagline “Pertanian Maju, Pangan Berdaulat, Indonesia Kuat.”

 

Acara tersebut dihadiri sekitar 5.000 petani dan penyuluh secara luring serta lebih dari 2 juta petani secara daring dari seluruh Indonesia. Kegiatan dimulai pukul 07.00 WIB hingga selesai, serta disiarkan secara nasional melalui platform Zoom.

 

Selain panen raya, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan stand produk pertanian unggulan dari berbagai daerah dan instansi, serta pemberian penghargaan kepada insan pertanian yang dinilai berkontribusi nyata terhadap kemajuan sektor pertanian nasional.

 

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas capaian besar tersebut.

 


 

“Indonesia bangsa besar bisa mencapai swasembada pangan. Saya seperti 32 tahun lebih muda saking gembiranya,” ujar Presiden Prabowo berseloroh.

 

Presiden kemudian secara simbolis menumbuk padi menggunakan alat tradisional sebagai penanda deklarasi swasembada pangan.

 

“Saya, Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini mengumumkan telah tercapainya swasembada pangan tahun 2025 bagi seluruh bangsa Indonesia,” tegas Prabowo.

 


 

Presiden menegaskan bahwa kemandirian pangan merupakan keharusan strategis bagi Indonesia sebagai negara dengan sumber daya alam melimpah. Ia juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan, keberanian mengoreksi diri, dan kesiapan menghadapi tantangan global.

 

Sebagai informasi, Presiden sebelumnya menargetkan swasembada beras dapat tercapai dalam waktu 4–5 tahun. Namun, berkat kerja keras dan sinergi lintas sektor, target tersebut berhasil diwujudkan hanya dalam satu tahun. Sepanjang 2025, produksi beras nasional tercatat mencapai 34,71 juta ton, Cadangan beras pemerintah di Perum Bulog saat ini mencapai 3,39 juta ton. Bahkan pernah berada pada angka 4,2 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

 


 

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, dalam laporannya kepada Presiden, menyampaikan optimisme terhadap keberlanjutan kemandirian pangan nasional.

 

“Izin Bapak Presiden, produksi beras kita mencapai 34 juta ton. Untuk tahun ini, dengan penguatan tebu PTPN—50 persen berada di Jawa Timur—kami optimistis tidak akan impor gula putih pada 2026,” ujar Amran.

 

Acara ini turut dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara, antara lain Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Jaksa Agung S.T. Burhanuddin, serta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

 


 

Sementara itu, Kepala Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT), Yuris Tiyanto, menyampaikan bahwa dalam rangka mendukung kelancaran kegiatan Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan oleh Presiden Republik Indonesia, jajaran BBPOPT turut terlibat langsung dalam persiapan dan pengkondisian lapangan. Selama beberapa hari terakhir, BBPOPT mengerahkan tim dan petugas untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan sukses.

 

Yuris menjelaskan bahwa dukungan BBPOPT terhadap swasembada pangan nasional tidak hanya dilakukan pada momentum seremoni, tetapi telah berlangsung secara sistematis melalui pengamanan produksi berbasis data. Salah satu instrumen utama yang digunakan adalah Sistem Informasi Forecasting OPT Nasional (SIFORTUNA), yang telah mengawal swasembada pangan melalui pemantauan dan pengamanan produksi di berbagai wilayah sentra pangan nasional.

 


 

“SIFORTUNA saat ini telah menjadi salah satu menu pada dashboard Operation Room, dan dimanfaatkan oleh Kantor Staf Presiden (KSP) dalam menyampaikan informasi pengamanan produksi kepada Presiden Republik Indonesia,” ujar Yuris.

 

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keberhasilan swasembada pangan merupakan hasil kerja kolektif seluruh insan pertanian. Ke depan, BBPOPT berkomitmen untuk terus memperkuat peran pengamatan, peramalan, pengendalian organisme pengganggu tumbuhan, dan pendampingan teknis di lapangan, serta pengembangan sistem peramalan berbasis teknologi, agar capaian swasembada pangan ini dapat dipertahankan dan berkelanjutan. Pungkasnya.

KATEGORI


Facebook Instagram Youtube Twitter X