Karawang, 07 Juli 2026 – Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT) menerima kunjungan akademik dari rombongan dosen Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta sebagai upaya memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan tinggi dan pemerintah dalam mendukung pembangunan pertanian Indonesia, khususnya menuju terwujudnya swasembada pangan nasional.

Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan sinergi antara perguruan tinggi dan institusi pemerintah dalam pengembangan inovasi teknologi perlindungan tanaman, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta implementasi hasil riset yang dapat diterapkan langsung di lapangan.
Kepala BBPOPT, Yuris Tiyanto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa keberhasilan pembangunan pertanian tidak hanya ditentukan oleh peningkatan produksi, tetapi juga oleh kemampuan menjaga tanaman dari ancaman Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) melalui sistem Pengamatan Peramalan dan Pengendalian OPT (P3OPT) yang terintegrasi.

"P3OPT merupakan aspek yang sangat penting dalam menjaga produktivitas pertanian. Salah satu pendekatan yang saat ini kami kembangkan adalah penerapan Disruptive Agricultural Technology Jajar Sisip (DJS) yang dikombinasikan dengan teknologi P3OPT yang tentunya selaras dengan konsep Pertanian Modern Model Advanced Agricultural System (PM-AAS) sebagai salah satu penentu keberhasilan dalam meningkatkan produktivitas sekaligus menekan risiko serangan OPT," ujar Yuris.
Ia juga menjelaskan berbagai inovasi yang telah dikembangkan BBPOPT, salah satunya melalui pembangunan Kampung Peramalan yang terbukti sukses dan diterima di berbagai daerah di Indonesia. Program tersebut mengedepankan pengukuran indikator before-after sehingga dampak penerapan teknologi dapat dievaluasi secara nyata, baik terhadap tingkat serangan OPT maupun peningkatan hasil produksi pertanian.

Selain itu, Yuris memperkenalkan Sistem Informasi Forecasting OPT Nasional (SIFORTUNA) sebagai platform digital yang mendukung kegiatan pengamatan dan peramalan OPT secara nasional. yang saat ini menjadi salah satu sumber data dalam Dashboard Situation Room Presiden Republik Indonesia. Sistem ini dinilai mampu membantu pengambilan keputusan yang lebih cepat, tepat, dan berbasis data dalam perlindungan tanaman.
Dalam kesempatan tersebut juga dibahas peluang kerja sama antara BBPOPT dan UNS, khususnya pada pengembangan Agens Hayati (AH) serta pemanfaatan teknologi Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk mendukung identifikasi organisme secara lebih akurat, penelitian, maupun penguatan kapasitas laboratorium.
Usai sesi diskusi, rombongan UNS diajak mengunjungi berbagai fasilitas unggulan BBPOPT, diantaranya laboratorium-laboratorium yang telah terakreditasi, untuk melihat secara langsung proses pengujian dan pengembangan teknologi P3OPT. Kunjungan kemudian dilanjutkan ke lahan percontohan BBPOPT yang menampilkan berbagai inovasi budidaya, mulai dari demplot sistem tanam Jajar Legowo, demplot Disruptive Agricultural Technology (DAT), hingga penerapan Pertanian Modern Model Advanced Agricultural System (PM-AAS) yang saat ini menjadi salah satu model budidaya modern yang terus dikembangkan.

Ketua rombongan UNS, Retno Wijayanti, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan BBPOPT. Menurutnya, hubungan baik yang telah terjalin selama ini diharapkan dapat terus berlanjut dan berkembang menjadi kolaborasi yang semakin luas.
"Bukan hanya untuk saat ini, tetapi kami berharap kerjasama ini dapat terus berlanjut ke depan. Pak Yuris telah banyak memberikan hal-hal positif bagi pengembangan kerja sama antara BBPOPT dengan UNS, kami mengucapkan terima kasih atas sambutan dan pelayanan yang sangat baik dari seluruh jajaran BBPOPT" ungkapnya.
Senada dengan hal tersebut, dosen UNS, Sholahudin, mengaku memperoleh banyak informasi baru selama kunjungan berlangsung. "Kami mendapatkan banyak informasi, khususnya terkait sistem Peramalan OPT, penerapan teknologi P3OPT, serta berbagai inovasi yang telah dikembangkan BBPOPT. terlebih aplikasi SIFORTUNA menurut saya itu sangat bagus, saya berharap aplikasi ini bisa terus ditingkatkan supaya lebih banyak lagi manfaat yang bisa didapatkan " ujarnya.

Kunjungan UNS ke BBPOPT sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang terus mendorong keterlibatan perguruan tinggi dalam pembangunan sektor pertanian. Sebagaimana yang disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan, kolaborasi pemerintah dengan perguruan tinggi menjadi strategi penting untuk memperkuat inovasi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mempercepat terwujudnya swasembada pangan nasional. Melalui kemitraan jangka panjang tersebut, pemerintah berharap berbagai hasil penelitian dan inovasi kampus dapat diimplementasikan secara nyata di lapangan sehingga Indonesia semakin mandiri dan tidak bergantung pada impor pangan.
Rangkaian kunjungan ditutup dengan sesi pertukaran cinderamata kedua belah pihak sebagai simbol terjalinnya hubungan baik dan komitmen untuk terus memperkuat kolaborasi di masa mendatang. Suasana penuh keakraban semakin terasa saat seluruh peserta melakukan foto bersama sebagai penanda berakhirnya kegiatan. Diharapkan, kunjungan ini menjadi langkah awal bagi terwujudnya kerja sama yang lebih luas dalam bidang pendidikan, penelitian, pengembangan inovasi, serta hilirisasi teknologi pertanian guna mendukung dan mempercepat tercapainya swasembada pangan nasional.
