Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
1
Chatbot
Selamat datang, silahkan tanyakan sesuatu terkait kami atau P3OPT

WASPADAI OPT, BBPOPT GELAR WORKSHOP PEYUSUNAN ANGKA RAMALAN OPT MT 2026 DAN EVALUASI RAMALAN OPT MT 2025/2026

  • 11/03/2026 10:46:00
  • By : Admin BBPOPT
  • 67
WASPADAI OPT, BBPOPT GELAR WORKSHOP PEYUSUNAN ANGKA RAMALAN OPT MT 2026 DAN EVALUASI RAMALAN OPT MT 2025/2026

 

 

Karawang, 11 Maret 2026 - Dalam rangka meningkatkan koordinasi dan sinkronisasi serta keterpaduan dalam evaluasi dan penyusunan peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) tanaman pangan antara jajaran perlindungan tanaman pusat dan daerah, pada tanggal 11 Maret 2026 Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT) mengadakan Workshop Evaluasi Peramalan OPT Tanaman Pangan MT 2025/2026 dan Penyusunan Peramalan OPT Tanaman Pangan MT  2026 yang diikuti oleh Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan dan UPTD Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura sebanyak 34 Provinsi secara virtual melalui zoom meeting. 

 

 

 

 

 

Workshop dibuka secara resmi oleh Kepala BBPOPT, Yuris Tiyanto. Dalam sambutannya, beliau mengatakan bahwa Workshop Peramalan OPT ini merupakan agenda penting yang kita laksanakan setiap memasuki musim tanam baru. Tujuan workshop peramalan OPT ini adalah untuk mengevaluasi kinerja peramalan OPT MT 2025/2026 serta menyusun angka prakiraan serangan OPT MT 2026. Output dari workshop peramalan ini adalah informasi angka prakiraan luas serangan OPT Padi, Jagung, Kedelai dan AKABI MT 2026 (Periode April - September 2026) yang akan dirilis pada awal bulan April 2026. Angka prakiraan serangan OPT ini merupakan sistem peringatan dini atau early warning system (EWS) yang bertujuan untuk antisipasi terhadap serangan OPT pada musim tanam mendatang. Dengan ini harapannya serangan OPT pada musim depan dapat ditekan seminimal mungkin.

 

 

 

Selain itu, Kepala BBPOPT juga kembali menekankan pentingnya penggunaan aplikasi SIFORTUNA guna mempercepat dan memperluas diseminasi informasi prakiraan serangan OPT, mempercepat pengambilan keputusan dalam pengendalian OPT, serta meningkatkan sistem informasi peringatan dini sehingga peran peramalan dalam pengendalian OPT menjadi lebih optimal. SIFORTUNA saat ini sudah semakin berkembang dimana akan terintegrasi dengan aplikasi Syscrop dan SIAP TANAM dari BRMP dan akan ditampilkan pada dashboard Kantor Staf Presiden (KSP).

 

 

 

 

 

Dari data yang diperoleh, diketahui bahwa hasil Evaluasi Peramalan OPT Tanaman Pangan (Padi, Jagung, dan Kedelai) MT 2025/2026 (update data tanggal 11 Maret 2026)  adalah sebagai berikut:

 

a. Komoditas Padi

Secara keseluruhan kejadian serangan OPT Utama Padi (PBP, WBC, Tikus, Tungro, Blas, BLB, dan Kerdil) pada MT 2025/2026 sebesar 84.088,90 ha atau 50,2% dibandingkan dengan angka ramalan sebesar 167.626 ha.

 

b. Komoditas Jagung

Secara keseluruhan kejadian ser.angan OPT Utama Jagung (Lalat Bibit, Penggerek Batang, Bulai, Tikus, Penggerek Tongkol, Ulat Grayak S. litura, dan Ulat Grayak S. frugiperda) pada MT 2025/2026 sebesar 16.441,76 ha atau 41,2% dibandingkan dengan angka ramalan sebesar 39.912 ha.

 

c. Komoditas Kedelai

Secara keseluruhan kejadian serangan OPT Utama Kedelai (Penggerek Polong, Lalat Kacang, Ulat Grayak, Tikus, Perusak Daun, dan Ulat Jengkal) pada MT 2025/2026 sebesar 31,35 ha atau 3,8% dibandingkan dengan angka ramalan sebesar 829 ha.

 

d. Komoditas Akabi

Secara keseluruhan kejadian serangan OPT Utama Akabi (Bercak Cercospora, Karat daun, Penggerek polong, Boleng dan Tungau merah) pada MT 2025/2026 sebesar 96,47 ha atau 13,1% dibandingkan dengan angka ramalan sebesar 739 ha.

 

 

 

 

Kegiatan dilanjutkan dengan Penghitungan Angka Ramalan Serangan OPT Tanaman Pangan (Padi, Jagung, Kedelai dan Akabi) MT 2026 dengan hasil sementara sebagai berikut:

 

(a)  Komoditas Padi

Secara keseluruhan ramalan serangan OPT Utama Padi (PBP, WBC, Tikus, Tungro, Blas, BLB dan Kerdil) pada MT 2026 168.119 ha dan maksimum mencapai 601.709 ha.

 

(b)  Komoditas Jagung

Secara keseluruhan ramalan serangan OPT Utama Jagung (Lalat Bibit, Penggerek Batang, Bulai, Tikus, Penggerek Tongkol, Ulat Grayak Spodoptera sp. dan Ulat Grayak Spodoptera frugiperda) pada MT 2026 sebesar 35.957 ha dan maksimum mencapai 171.179 ha.

 

(c)  Komoditas Kedelai

Secara keseluruhan ramalan serangan OPT Utama Kedelai (Penggerek Polong, Lalat Kacang, Ulat Grayak, Tikus, Perusak Daun, dan Ulat Jengkal) pada MT 2026 sebesar 1.312 ha dan ramalan maksimum mencapai 5.218  ha.

 

(d)  Komoditas Akabi

Secara keseluruhan ramalan serangan OPT Utama Akabi (Bercak Cercospora, Karat daun, penggerek polong, Boleng, dan Tungau merah) pada MT 2026 sebesar 976 ha dan ramalan maksimum mencapai 4.613  ha.

 

 

Kerjasama dan komunikasi antara Balai Besar Peramalan OPT dengan UPTD Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortkultura akan selalu ditingkatkan antara lain melalui Pertemuan Evaluasi Peramalan OPT dan Pertemuan Penyusunan Rumusan Peramalan OPT serta Pendampingan/Bimbingan Teknis Pengamatan Peramalan dan Pengendalian OPT.

 

KATEGORI