Lamongan, 30 Mei 2026 – Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia bersama Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, dan Bupati Lamongan melaksanakan Gerakan Tanam Padi di Desa Kebalankulon, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Sabtu (30/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya percepatan tanam dan peningkatan produksi pangan nasional dalam rangka mendukung program swasembada pangan yang menjadi prioritas Presiden Republik Indonesia.
Selain gerakan tanam, Kementerian Pertanian juga menyerahkan berbagai bantuan kepada petani dan kelompok tani di Kabupaten Lamongan. Bantuan tersebut meliputi benih padi untuk pengembangan seluas 16.639 hektar senilai Rp5,87 miliar dan benih jagung untuk 12.289 hektar senilai Rp11,06 miliar.

Dukungan juga diberikan melalui bantuan sarana dan prasarana pertanian berupa 13 unit rotavator senilai Rp 4,94 miliar, 23 unit hand traktor senilai Rp 862,5 juta, 108 unit pompa air senilai Rp 2,59 miliar, 181 unit kegiatan irigasi perpompaan, irigasi perpipaan, bangunan konservasi dan rehabilitasi jaringan irigasi tersier senilai Rp 19,61 miliar, serta 3 unit combine harvester senilai Rp 1,29 miliar. Total bantuan yang disalurkan Kementerian Pertanian kepada Kabupaten Lamongan mencapai Rp 49,55 miliar.
Secara simbolis, bantuan diberikan kepada perwakilan para petani, diantaranya: bantuan benih padi diserahkan kepada Marsam dan Muhlisin, bantuan benih jagung kepada Marzuki dan Maskur, bantuan hand traktor kepada Kasdullah dan Suwardi, serta bantuan rotavator kepada Sukur.

Dalam sambutannya, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wakil Menteri Pertanian, Menteri PPN/Kepala Bappenas, serta seluruh jajaran yang hadir dalam mendukung pembangunan pertanian di Kabupaten Lamongan.
Menurutnya, meskipun Lamongan tidak memiliki lahan pertanian terluas maupun tanah paling subur di Jawa Timur, daerah ini mampu menjadi kabupaten dengan luas panen terbesar di Jawa Timur berkat karakter petani Lamongan yang dikenal "Megilan", yakni tangguh, hebat, dan pantang menyerah.

“Lamongan siap menjaga ketahanan pangan. Kami berterima kasih atas dukungan pemerintah pusat dan provinsi sehingga Lamongan terus mampu berkontribusi sebagai lumbung pangan Jawa Timur dan nasional,” ujar Yuhronur.
Sementara itu, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menegaskan bahwa Kabupaten Lamongan merupakan salah satu daerah andalan dalam mendukung pencapaian target produksi pangan nasional. “Lamongan memang juara, juara lumbung pangan bagi Indonesia dan Jawa Timur.
Ia melanjutkan pemerintah akan terus memperkuat dukungan kepada petani melalui berbagai program strategis, mulai dari penyediaan sarana produksi, penguatan infrastruktur pertanian, hingga percepatan modernisasi sektor pertanian.

Menurutnya, pemerintah berkomitmen memastikan ketersediaan pupuk bagi petani dalam kondisi aman, mudah diperoleh, serta tersedia dengan harga yang terjangkau. Di saat yang sama, pemerintah juga terus melakukan perbaikan dan optimalisasi sistem pengairan, termasuk melalui program pompanisasi dan pengembangan jaringan irigasi, guna mengantisipasi dampak musim kering dan menjaga keberlanjutan produksi pangan.
“Pemerintah akan terus hadir dan mendukung petani. Pupuk harus tersedia, mudah didapat, dan harganya terjangkau. Infrastruktur irigasi terus kita perbaiki agar petani tidak kesulitan air saat musim kemarau,” ujar Sudaryono.

Selain itu, pemerintah juga mendorong percepatan modernisasi pertanian melalui bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), seperti hand traktor, rotavator, combine harvester, hingga pemanfaatan teknologi pertanian presisi berbasis drone.
“Modernisasi pertanian harus terus kita dorong agar usaha tani menjadi lebih efisien, produktif, dan menguntungkan. Dengan penggunaan alsintan dan teknologi modern, sektor pertanian juga akan semakin menarik bagi generasi muda untuk terjun dan berkarier di bidang pertanian,” tambahnya.
Sudaryono juga mengapresiasi kerja keras petani, petugas lapangan, TNI, dan seluruh pihak yang selama ini mengawal program swasembada pangan. Menurutnya, keberhasilan Indonesia menekan ketergantungan impor pangan tidak lepas dari kerja bersama seluruh insan pertanian di lapangan. "Tepuk tangan untuk para petugas pertanian dan petani kita yang telah berjibaku di lapangan. Berkat kerja keras mereka, produksi pangan terus meningkat dan ketahanan pangan nasional semakin kuat," pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, menegaskan pentingnya memastikan setiap program yang direncanakan pemerintah benar-benar dilaksanakan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Merencanakan dengan baik, melaksanakan dengan baik, dan memastikan hasilnya dirasakan dengan baik oleh masyarakat adalah hal yang paling penting. Saya hadir di sini untuk memastikan ketiga hal tersebut berjalan dengan baik dan saya melihat implementasinya sudah berlangsung dengan sangat baik,” ujarnya.
Rachmat juga mengapresiasi kemajuan modernisasi pertanian di Kabupaten Lamongan yang telah memanfaatkan teknologi mekanisasi mulai dari penyemaian menggunakan tray, penanaman dengan rice transplanter, pemupukan menggunakan drone, hingga panen menggunakan combine harvester.

Menurutnya, modernisasi harus diikuti dengan penguatan hilirisasi sehingga nilai tambah pertanian tidak hanya dinikmati sektor industri, tetapi juga memberikan keuntungan yang lebih besar kepada petani.
Kepala Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT) sekaligus Penanggung Jawab Swasembada Pangan Berkelanjutan (PJ SPB) Provinsi Jawa Timur, Yuris Tiyanto, yang turut hadir dan mendampingi Wamentan, menyampaikan bahwa Gerakan Tanam Padi di Lamongan adalah bentuk sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam mengawal pencapaian target swasembada pangan nasional.
“Jawa Timur memiliki peran strategis sebagai lumbung pangan nasional. Oleh karena itu, kami terus melakukan pengawalan terhadap percepatan luas tambah tanam, pemanfaatan teknologi pertanian, penguatan sistem irigasi, serta pengendalian organisme pengganggu tumbuhan agar produktivitas tetap terjaga,” ujar Yuris.

Ia menambahkan bahwa capaian pertanian Lamongan yang terus meningkat menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh, TNI-Polri, dan petani telah berjalan sangat baik.
“Kami optimistis target luas tambah tanam dan produksi padi Jawa Timur tahun 2026 dapat tercapai. Semangat petani Lamongan yang ‘Megilan’ menjadi modal besar dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional,” tutupnya.